Sabtu, 15 Oktober 2016

Buku dan Literasi di Era Digital



Buku dan Literasi di Era Digital

Perkembangan pesat dunia teknologi informasi memberikan banyak kemudahan dalam melakukan beragam pekerjaan. Dan Negara maju pun tentunya tidak terlepas dari gadget. Semakin tinggi kualitas gadget, maka semakin tinggi pula pengaruh positif maupun negatif terhadap perkembangan Bangsa. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, apakah kemudian perpustakaan akan ditinggalkan? Apa dengan banyaknya e-book yang beredar, kita tidak membutuhkan buku tercetak lagi? 

Pada kenyataannya, e-book dan buku tercetak dapat saling melengkapi. Karena, buku tercetak memiliki keunggulan dari sisi pendalaman pemahaman isi buku, sementara e-book atau buku elektronik memiliki keunggulan dalam variasi isi informasi dan kecepatan dalam mendapatkannya. Tapi, dibalik semua keunggulannya terdapat perbedaan bahwa fungsi buku tercetak ada yang tidak bisa digantikan oleh buku elektronik. Salah satunya, ketika kita akan tidur dan membaca buku tercetak, ini akan memberikan sensasi relaksasi yang dapat mengendurkan syaraf-syaraf. Beda halnya ketika kita akan tidur kemudian membuka gadget yang membuat syaraf-syaraf tidak beristirahat dengan sempurna. 

Tapi ingat, dalam bentuk apapun buku itu, kita harus tetap mencintai membaca buku. Karena buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku kita dapat berpikir kreatif. Sebab, kita harus membangun sumber daya manusia yang bisa survive di kondisi apapun.  

Memang buku elektronik itu dapat memudahkan kita dalam membaca buku dibandingkan membaca buku melalui buku tercetak. Akan tetapi, jangan sampai karena adanya buku elektronik itu kita dapat meninggalkan buku tercetak, karena dari sisi pemahamannya, buku tercetak lebih jelas dan lengkap dibandingkan buku elektronik. 

Dan mungkin ada alasan lain kenapa sekarang buku elektronik lebih diminati oleh masyarakat luas. Karena buku elektronik itu dapat diakses melalui gadget yang dapat memudahkan kita membaca,praktis dan mudah dibawa kemana saja. Sedangkan buku tercetak, tidak terlalu praktis untuk dibawa kemana saja. Buku elektronik pun dijadikan keunggulan dalam era serba digital ini.

Akan tetapi, untuk apa perpustaakan dibuat kalau tidak digunakan dengan sebaik mungkin? Dan untuk apa dibuat applikasi program buku elektronik kalau tidak digunakan? Kita sebagai manusia yang memiliki pemikiran kreatif seharusnya dapat menggunakan keduanya dengan baik dan benar. Kita harus menjaga apa yang sudah ada di era digital seperti ini.

Jangan jadikan perpustakaan hanya tempat bermain. Tapi, jadikan perpustakaan sebagai tempat menambah ilmu dan wawasan. Begitu pula dengan e-book, jangan jadikan e-book sebagai applikasi yang hanya dapat dipajang dalam gadget, tapi jadikan e-book sebuah applikasi yang dapat memudahkan kita untuk menambah pengetahuan.

Buku tercetak dan buku elektronik samasama mempunyai keunggulan dan kelemahan. Maka gunakanlah dengan sebaik-baiknya. Terus berkarya dan menjaga perpustakaan buku tercetak serta buku elektronik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar