Buku dan Literasi di Era Digital
Perkembangan pesat dunia teknologi
informasi memberikan banyak kemudahan dalam melakukan beragam pekerjaan. Dan
Negara maju pun tentunya tidak terlepas dari gadget. Semakin tinggi kualitas
gadget, maka semakin tinggi pula pengaruh positif maupun negatif terhadap
perkembangan Bangsa. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, apakah
kemudian perpustakaan akan ditinggalkan? Apa dengan banyaknya e-book yang
beredar, kita tidak membutuhkan buku tercetak lagi?
Pada kenyataannya, e-book dan buku
tercetak dapat saling melengkapi. Karena, buku tercetak memiliki keunggulan
dari sisi pendalaman pemahaman isi buku, sementara e-book atau buku elektronik
memiliki keunggulan dalam variasi isi informasi dan kecepatan dalam mendapatkannya.
Tapi, dibalik semua keunggulannya terdapat perbedaan bahwa fungsi buku tercetak
ada yang tidak bisa digantikan oleh buku elektronik. Salah satunya, ketika kita
akan tidur dan membaca buku tercetak, ini akan memberikan sensasi relaksasi
yang dapat mengendurkan syaraf-syaraf. Beda halnya ketika kita akan tidur
kemudian membuka gadget yang membuat syaraf-syaraf tidak beristirahat dengan
sempurna.
Tapi ingat, dalam bentuk apapun
buku itu, kita harus tetap mencintai membaca buku. Karena buku adalah jendela
dunia. Dengan membaca buku kita dapat berpikir kreatif. Sebab, kita harus
membangun sumber daya manusia yang bisa survive di kondisi apapun.
Memang buku elektronik itu dapat
memudahkan kita dalam membaca buku dibandingkan membaca buku melalui buku tercetak.
Akan tetapi, jangan sampai karena adanya buku elektronik itu kita dapat
meninggalkan buku tercetak, karena dari sisi pemahamannya, buku tercetak lebih
jelas dan lengkap dibandingkan buku elektronik.
Dan mungkin ada alasan lain kenapa
sekarang buku elektronik lebih diminati oleh masyarakat luas. Karena buku
elektronik itu dapat diakses melalui gadget yang dapat memudahkan kita
membaca,praktis dan mudah dibawa kemana saja. Sedangkan buku tercetak, tidak
terlalu praktis untuk dibawa kemana saja. Buku elektronik pun dijadikan
keunggulan dalam era serba digital ini.
Akan tetapi, untuk apa perpustaakan
dibuat kalau tidak digunakan dengan sebaik mungkin? Dan untuk apa dibuat
applikasi program buku elektronik kalau tidak digunakan? Kita sebagai manusia yang
memiliki pemikiran kreatif seharusnya dapat menggunakan keduanya dengan baik
dan benar. Kita harus menjaga apa yang sudah ada di era digital seperti ini.
Jangan jadikan perpustakaan hanya
tempat bermain. Tapi, jadikan perpustakaan sebagai tempat menambah ilmu dan
wawasan. Begitu pula dengan e-book, jangan jadikan e-book sebagai applikasi yang
hanya dapat dipajang dalam gadget, tapi jadikan e-book sebuah applikasi yang
dapat memudahkan kita untuk menambah pengetahuan.
Buku tercetak dan buku elektronik
samasama mempunyai keunggulan dan kelemahan. Maka gunakanlah dengan
sebaik-baiknya. Terus berkarya dan menjaga perpustakaan buku tercetak serta
buku elektronik.